Indonesia dan Kuwait kehilangan hak suara dalam pemilihan Presiden FIFA. Sedangkan, nasib sepak bola Tanah Air akan ditentukan pada Kongres Luar Biasa (KLB) FIFA Mei mendatang.
Dua negara tersebut tidak punya hak suara dalam pemilihan presiden dalam kongres hari Jumat (26/2) esok karena masih dalam sanksi FIFA. Indonesia dibekukan semua kegiatannya karena adanya intervensi dari pemerintah, dalam hal ini Kemenpora.
Dengan absennya Indonesia dan Kuwait, maka pemungutan suara untuk menentukan presiden FIFA akan diikuti oleh 207 negara anggota.
"Bisa dipastikan kongres akan mengikuti rekomendasi dari Komite Eksekutif (Exco)," demikian pernyataan FIFA.
Untuk kongres FIFA bulan Januari ini, Komite Eksekutif tidak memasukan agenda membahas soal nasib sepak bola Indonesia. Dengan demikian, sanksi bagi Indonesia masih terus berjalan setidaknya hingga keluar keputusan Kongres Exco Mei mendatang.
"Terkait anggota asosiasi yang sedang menjalani hukuman, Indonesia dan Kuwait, Komite Eksekutif merekomendasikan bahwa permasalahan kedua negara akan dibahas di Kongres Luar Biasa di Meksiko Mei," lanjut isi pernyataan FIFA.
Indonesia mendapat sanksi dari FIFA sejak Mei tahun lalu karena adanya campur tangan Menpora dengan membekukan PSSI. Sedangkan, Kuwait mendapatkan sanksi sejak bula Oktober lalu.
Sumber : bola.inilah.com
0 comments:
Post a Comment