Kurniawan Dwi Yulianto
Pemain yang akrab dipanggil Ade ini lalu kembali ke Indonesia dan bermain di Liga Indonesia dan bermain dengan beberapa tim seperti PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, PS Pelita Bakrie, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSS Sleman, Persitara Jakarta Utara, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, PSMS Medan, Tangerang Wolves FC, PPSM Magelang, Persipon Pontianak, dan masih banyak lagi club yang pernah di belanya entah itu dengan transfer resmi ataupun sebagai pemain pinjaman. Pernah juga pada Desember 2005 hingga Mei 2006 Kurniawan memperkuat Sarawak FC di Liga Malaysia, namun ia dianggap gagal karena jarang mencetak gol sehingga club tersebut memutus kontrak.
Karier Kurniawan juga pernah melorot akibat mengonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba) pada sekitar akhir 1990an, namun dia kemudian berhasil bangkit lagi dan kembali memperoleh karier sepak bola yang di bilang lumayan sukses. Saat ini Kurniawan adalah pencetak gol kedua terbanyak di timnas sepak bola Indonesia dengan 31 gol setelah Bambang Pamungkas yang mencetak 34 gol sejauh ini. Dan tentu kita tahu bahwa selain Kurniawan, Bambang pamungkas juga merupakan pemain yang sangat bersinar di timnas indonesia dan juga di club-club luar negeri.
Andik Vermansyah
Andik Vermansyah adalah pemain sepakbola profesional asal Indonesia, Andik vermansyah memiliki tinggi badan 162 cm dan berat 57kg. Walau demikian dengan tubuh mungil tersebut, Andik muncul sebagai pemain yang menakutkan. Cepat, lincah, dan memiliki skill diatas rata-rata. Karena kemampuannya tersebut, andik diminati banyak Klub-klub besar Liga Indonesia bahkan beberapa tim luar negeri seperti LA Galaxi, Benfica, Red Bull dan masih banyak lagi tim-tim yang memanggil dia untuk seleksi. Andik Vermansyah sendiri memulai awal kariernya bersama Persebaya U18. Bersama Persebaya U18, Andik sukses mempersembahkan gelar juara Liga Remaja Regional Jawa Timur pada tahun 2007. Dan pada tahun 2007 juga, Andik sukses mempersembahkan mendali emas kesekian bagi Kota Surabaya dalam Pekan Olahraga Provinsi. Bersama club Persebaya asal surabaya itulah Andik mengasah kemampuan bermain sepakbolanya. Dan di usia 17 tahun, Andik Vermansyah bergabung dengan tim senior Klub yang berjuluk bajul ijo kebanggaan kota pahlawan tersebut. Dan kala itu, Andik menjadi salah satu pemain termuda di Skuad Persebaya yang mampu mengisi jajaran pemain inti di persebaya. Di tahun 2008, Andik mempunyai andil besar saat memenangkan mendali emas pada Pekan Olahraga Nasional PON, yang saat itu diselenggarakan di Kalimantan timur. Bukan itu saja, dalam beberapa kali uji coba timnas indonesia melawan club-club atau negara-negara yang memiliki nama besar dan di isi sengan pemain-pemain bintang dunia, dia banyak mendapatkan pujian dari ofisial, pelatih, pemain dan pengamat sepakbola, bahkan pemain paling terkenal di dunia seperti David Beckkam pun kagum dengan panampilan Andik saat itu.
Evan Dimas Harmono
Evan Dimas merupakan putra asli kota pahlawan Surabaya 13 maret 1995. Semenjak kecil dia sudah di didik untuk menjadi pemain sepak bola profesional, hal tersebut terbukti dengan aktifnya Evan Dimas di sekolah sepak bola SSB Sasana Bhakti dan SSB Mitra Surabaya di kawasan surabaya. Karirnya dalam sepakbola sebenarnya dimulai semenjak bergabung dengan Timnas U-17 Indonesia, namun pada saat itu nama Evan Dimas belum sebesar setelah menjadi Kapten di Timnas indonesia U19.
Karir Evan Dimas dalam dunia sepak bola sangat membanggakan, sejak tahun 2012 Evan Dimas dipercaya untuk bergabung dengan skuad sepak bola Jawa Timur dan berlaga pada Pekan Olaharaga Nasional PON ke XVIII di Pekanbaru sumatera barat. Kemudian berlanjut untuk masuk Timnas Indonesia U17 dan sejak itu dia sudah dipercaya untuk memegang ban kapten tim.
Evan Dimas juga ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan membawa Timnas Indonesia pada saat itu dalam menjuarai HKFA International Youth Invitation pada tahun 2012 yang diselenggarakan di Hongkong. Bukan itu saja, Evan Dimas juga terpilih dan ikut mewakili dalam ajang pencarian bakat yang bernama (The Chance). Dalam ajang tersebut Evan Dimas terpilih dari 100 anak berbakat untuk dilatih langsung oleh mantan pelatih Barcelona Joshep Guardiola atau akrab di sapa Pep Guardiola.
Dan puncaknya adalah di AFF CUP U19 di sidoarjo jawatimur baru-baru kemarin, Evan Dimas menjadi bintang pembawa kemenangan indonesia setelah lebih dari 20th tanpa gelar juara, mengalahkan timnas vietnam di final AFF di sidoarjo dan membawa indonesia masuk putaran final piala AFC di myanmar 2014, bahkan mengalahkan korea selatan dan memborong semua gol di Gelora Bung Karno jakarta adalah hasil dan prestasi yang sangat membanggakan. Bukan hanya Evan Dimas, namun semua pemain Timnas Indonesia U19 dari pemain belakang sampai pemain depan adalah sebuah satuan yang sangat solid, tim yang sangat kompak, kuat dan banyak ditakuti lawan dimana-mana. Banyak tim-tim atau club dari mancanegara yang berminat memboyong pemain-pemain muda indonesia tersebut, bukan main-main bahkan club seperti Barcelona pun menginginkan beberapa pemain timnas U19 indonesia katakanlah seperti Hansamu yama pranata, Maldini palli, Ilham Udin armain, Muchlis hadining Shaifulloh dan lain-lain. Bahkan akhir-akhir ini tawaran uji coba atau pertandingan persahabatan dari negara-negara sepakbola dunia pun datang silih berganti.
Kita patut berbangga sebai warga negara indonesia dan juga pecinta sepakbola indonesia, terus memberikan dukungan do`a dan semangat untuk para punggawa-punggawa timnas indonesia agar bisa mengangkat prestasi indonesia di kancah internasional. Semoga ini adalah titik awal bangkitnya persepakbolaan indonesia dan akan banyak tumbuh lagi tunas-tunas, pemain-pemain hebat, berbakat, dan membanggakan, bukan hanya sepakbola tapi semua ajang olahraga indonesia.



0 comments:
Post a Comment