Pada Senin, 25 Agustus 2025, terjadi aksi demonstrasi yang berujung ricuh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Aksi ini dipicu oleh sorotan publik terhadap tunjangan tinggi yang diterima anggota DPR, dan merupakan luapan kekecewaan rakyat terhadap ketimpangan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
---
Latar Belakang: Tunjangan yang Memicu Kemarahan
Aksi ini dipicu oleh laporan bahwa 580 anggota DPR menerima tunjangan rumah senilai Rp50 juta per bulan sejak September 2024—angka yang jauh melebihi upah minimum di daerah-daerah tertinggal. Ketimpangan ini membangkitkan kemarahan publik, terutama di tengah kesulitan ekonomi yang dialami oleh banyak masyarakat .
---
Kronologi Demo & Kericuhan
Sejak pagi, massa mulai berkumpul di depan gedung DPR dengan spanduk yang menuntut penghapusan tunjangan tinggi dan menuntut pembubaran DPR .
Sekitar siang, sebagian mahasiswa mencoba menerobos masuk ke dalam gedung DPR. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan water cannon. Massa kemudian beralih ke tol dalam kota, menyebabkan kemacetan parah .
Hingga malam, bentrokan masih terjadi, dengan massa membakar ban dan menyalakan api di bawah flyover di dekat DPR. Sebanyak lebih dari 1.200 personel keamana dikerahkan untuk mengamankan lokasi .
Selain itu, aparat menahan ratusan demonstran (termasuk pelajar), menyebabkan kekhawatiran di kalangan orang tua yang kemudian menuntut pembebasan mereka .
Usai demo, pihak Dinas Lingkungan Hidup DKI melaporkan bahwa aksi tersebut meninggalkan sampah sejumlah 18,72 ton, terdiri dari banner, botol plastik, dan poster .
---
Reaksi dari Pemerintah & DPR
Ketua DPR, Puan Maharani, membela tunjangan tersebut, menyatakan bahwa jumlah itu sudah disesuaikan dengan biaya hidup di Jakarta .
Sementara itu, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyarankan DPR agar lebih bijak dan mempertimbangkan dampak publik agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial .
![]() |
| sumber: kompas.com |
---
Kenapa Demo Ini Bisa Terjadi?
Faktor Utama Penjelasan
Ketimpangan ekonomi Tunjangan tinggi anggota DPR jauh di atas tingkat kebutuhan rakyat biasa
Sensasi publik & momentum Isu langsung menyentuh emosi masyarakat, memicu reaksi spontan
Ekonomi tidak stabil Kondisi hidup sulit membuat isu ini semakin sensitif
Minimnya kepercayaan Kecurigaan terhadap korupsi dan elite politik semakin memuncak
---
Penutup & Ekspektasi
Demo ini merupakan gambaran nyata dari ketidakpuasan masyarakat terhadap elit politik dan ketimpangan sistemik. Besarnya respons publik menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR perlu segera menyikapi isu keuangan anggota secara transparan agar kepercayaan publik tidak terus menipis.
---


0 comments:
Post a Comment